PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT AMAN DAN TANGGUH BENCANA (MANTAB) BAGI SIBAT PMI KABUPATEN GUNUNGKIDUL BERSAMA PMI DIY
By Irfan Prasetyo - 17 Juli 2025
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT AMAN DAN TANGGUH BENCANA (MANTAB) BAGI SIBAT PMI KABUPATEN GUNUNGKIDUL BERSAMA PMI DIY
By Irfan Prasetyo - 17 Juli 2025
Gunungkidul, 14–16 Juli 2025 — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunungkidul bersama PMI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Program Masyarakat Aman dan Tangguh Bencana (MANTAB) di Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul.
Selama tiga hari penuh, sebanyak 20 peserta masyarakat usia produktif mengikuti rangkaian kegiatan yang berfokus pada penguatan kapasitas dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayahnya.
Dengan mengusung tema “Menemani, Mengaktifkan, Menghubungkan,” program ini dirancang untuk mendekatkan masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan kebencanaan yang dapat diterapkan secara langsung di lingkungan sekitar. PMI hadir bukan hanya sebagai pelatih, tetapi juga teman belajar dan pendamping masyarakat dalam membangun ketangguhan bersama.
“Melalui tema Menemani, Mengaktifkan, Menghubungkan, PMI ingin memastikan bahwa upaya pengurangan risiko bencana dilakukan bersama masyarakat, dengan memberdayakan potensi lokal dan memperkuat jejaring sosial di tingkat kalurahan,” ujar Ketua PMI Kabupaten Gunungkidul dalam sambutannya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai mitigasi, kesiapsiagaan, pertolongan pertama, dan simulasi penanganan bencana, disampaikan dengan metode partisipatif agar mudah dipahami dan diterapkan. Pendekatan ini mengaktifkan partisipasi warga agar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku perubahan di lingkungannya sendiri.
“Program ini menjadi jembatan penghubung antara pengetahuan dan aksi nyata. Harapannya, masyarakat Kampung mampu menjadi contoh komunitas yang tangguh, saling terhubung, dan siap menghadapi bencana,” tambah perwakilan PMI DIY.
Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara PMI, pemerintah kalurahan, dan masyarakat setempat dalam mewujudkan Gunungkidul sebagai wilayah yang lebih siap dan tangguh terhadap bencana.
Melalui semangat “Menemani, Mengaktifkan, Menghubungkan,” PMI Kabupaten Gunungkidul menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat—bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi juga dalam upaya membangun ketahanan sebelum bencana datang.